Monday, August 18, 2014

Domain ".id" Sudah Bisa Dibeli Bebas


Bertepatan dengan perayaan HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia, hari ini, Minggu (17/8/2014), Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) secara resmi meluncurkan Domain Tingkat Tinggi (DTT) .id.

Selama ini, domain .id hanya bisa digunakan sebagai Domain Tingkat Dua (DTD) saja, seperti .co.id, .ac.id, .web.id, dan sebagainya. Kini, mulai 17 Agustus 2014, publik sudah bisa menggunakan langsung domain .id tanpa harus memberikan ekstensi di depannya.

"Ini adalah hadiah kami untuk ulang tahun Republik Indonesia yang ke-69," ujar Ketua Umum Pandi, Andi Budimansyah saat dijumpai di acara peresmian domain .id di Jakarta (1/8/2014).

Dengan diluncurkannya domain .id sebagai DTT, maka domain apapun.id sudah dapat didaftarkan pada semua registrar Pandi dan para reseller-nya.

Pandi sendiri hingga saat ini telah memiliki 12 registrar yang siap menerima pendaftaran domain .ID.

"Saat ini (domain .id) sudah masuk tahap general availability dan dapat didaftarkan dengan prinsip pendaftar pertama, atau first come first served," terang Andi.

"Kami berharap dengan diresmikannya domain apapun.id ini dapat meningkatkan penggunaan nama domain .id di Indonesia," imbuhnya.

Adapun biaya penggunaan domain apapun.id yang dipatok Pandi adalah Rp 500 ribu per tahun.

Selain menyediakan domain apapun.id, Pandi juga tetap menyediakan beragam nama Domain Tingkat Dua (DTD) yang biaya tahunannya tergolong lebih murah.


Sumber : Tekno Kompas

NASA Kesulitan Intip Aktivitas Korea Utara

Korea Selatan dianggap "menutup diri" dari dunia luar. Kim Jong-un membuat negaranya terisolasi dari pantauan pihak lain. Bahkan satelit milik NASA (National Aeronautics and Space Administration) tidak bisa melihat keberadaan Korea Utara dari luar angkasa.

Dikutip dari Daily Mail, Kamis, 14 Agustus 2014, negara seluas 75.639 persegi itu terlihat sangat gelap. Hanya ada sedikit cahaya terang yang berasal dari Ibu Kota Pyongyang.

Dibandingkan dengan Rusia, Cina, atau Korea Selatan yang berdekatan, cahaya di Korea Utara hanya seperti titik. Saking gelapnya, Korea Utara seperti "memisahkan" Korea Selatan dengan Cina.

Untuk mengambil gambar ini, NASA menggabungkan tripod bermesin yang mampu mengkompensasi kecepatan Stasiun Internasional Luar Angkasa (ISS), 17,500 meter per detik, dan gerakan bumi di bawahnya. Sebelumnya para astronot melakukan pelacakan manual lebih dulu.

Selain temuan tentang Korea Utara, pemantauan ini juga menemukan jutaan cahaya indah yang berasal dari Spanyol dan Portugal. Kedua negara ini dihiasi dengan cahaya kuning terang dari tepi hingga ke pusat Kota Madrid.

Pantauan NASA juga pernah menangkap gempuran roket dari Israel ke Gaza. Dalam foto yang tersebar di media sosial itu, Gaza yang gelap gulita hanya disinari cahaya roket yang meledak dalam konflik Israel dan Palestina.

Sumber : Yahoo News

Thursday, February 27, 2014

Sikap Dingin Microsoft Pengaruhi Nokia X?

Nokia akhirnya merilis smartphone dengan sistem operasi Android, Nokia X. Smartphone yang sebelumnya memiliki nama sandi "Normandy" tersebut menjadi langkah pertama Nokia di platform Android.

Keputusan Nokia tersebut ternyata disambut dingin oleh Microsoft. "Sebagai perusahaan, Nokia bebas mau berbuat apa saja, namun ada langkah-langkah Nokia yang kami suka dan ada juga yang tidak," kata Senior Vice President Windows Phone, Joe Belfiore, seperti dikutip The Verge, Selasa (25/2/2014).

Sebagaimana kita ketahui sebelumnya, Microsoft sedang dalam tahap proses mengakuisisi pabrikan ponsel Finlandia tersebut. Divisi riset dan mobile Nokia akan menjadi milik Microsoft, yang notabene sedang mengembangkan platform Windows Phone.

Dalam blog resminya, Microsoft mengatakan bahwa pihaknya senang mengetahui Nokia X menyertakan layanan Microsoft, seperti Skype, OneDrive, dan Outlook.com. Namun Microsoft juga menegaskan bahwa perusahaan tetap fokus dengan strategi utamanya, yaitu membuat smartphone Windows Phone.

Nokia juga nampak berhati-hati dalam press rilis resminya yang dikeluarkan di ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2014.

Dalam press rilis tersebut, Nokia terlihat mencoba menghindari penggunaan kata "menjalankan aplikasi Android," alih-alih "pengenalan terhadap layanan Microsoft," atau "terinspirasi oleh keluarga Lumia."

Tak heran jika Nokia sangat berhati-hati, sebab Nokia X memang menyasar segmentasi pasar yang sama dengan smartphone Windows Phone yang dibuat Microsoft, yaitu pasar negara-negara yang berkembang.

Nokia sebenarnya tidak salah sepenuhnya jika mengembangkan smartphone Android. Sebab, jika melihat spesifikasi Nokia X yang mengusung versi Android 4.1.2, alih-alih versi 4.4 KitKat maka bisa disimpulkan bahwa proyek tersebut sudah dimulai paling tidak 18 bulan yang lalu, saat kesepakatan dengan Microsoft belum tercapai.

Nokia X bakal dimatikan Microsoft?

Lalu apakah saat proses akuisisi Microsoft terhadap Nokia nanti selesai, proyek Android X akan dihentikan? Jawabannya bisa ya dan bisa tidak.

"Saya rasa Microsoft akan tetap mempertahankan keluarga X setelah mengakuisisi Nokia, setidaknya untuk beberapa waktu," ujar Jack Gold, analis dari J. Gold Associate seperti dikutip dari Computer World. "Namun, tentu saja keputusannya tergantung pada kesuksesan Nokia X," imbuh Gold.

Sementara, menurut analis dari Moor Insight & Strategy, Patrick Moorhead, dalam jangka panjang, Microsoft tidak akan mempertahankan Nokia X, sebab smartphone tersebut bertentangan dengan misi besar Microsoft yang disebut "Windows Everywhere," serta bisa membingungkan developer.

Jadi, jika Microsoft ingin mengembangkan layanannya, mereka bisa mempertahankan Nokia X untuk memperluas ekosistem. Selain menyebarkan layanan Microsoft melalui Windows Phone, mereka juga bisa mendompleng platform Android Nokia di pasar negara berkembang.

Hal tersebut sesuai dengan strategi yang dicanangkan Satya Nadella semenjak menjabat menjadi CEO Microsoft, yaitu menyebarkan layanan mobile cloud Microsoft ke lebih banyak pengguna lagi.

Namun, jika fokus utama Microsoft adalah mencari untung dari lisensi software, maka Nokia X bisa dianggap mengancam keberadaannya, dan Microsoft bisa saja menghentikan proyek tersebut.

Sumber : Tekno Kompas

Pengembang Aplikasi Indonesia Komentari Android Nokia


Keputusan Nokia mengusung sistem operasi Android pada ponsel pintar terbarunya, Nokia X, disambut oleh pengembang aplikasi asal Indonesia. Mereka berharap platform Nokia bisa menjadi “tambang” baru untuk mendapatkan uang.

Banyak pengembang aplikasi (developer) di Indonesia yang mengandalkan Nokia Store untuk mendapatkan uang. Karena, Nokia Store telah mendukung pembelian aplikasi atau konten digital dengan metode potong pulsa.

“Potong pulsa sangat menguntungkan untuk developer Indonesia karena kita tahu pengguna kartu kredit di Indonesia masih sedikit,” kata Abdullah dari YafiLabs.

Menurutnya, keinginan konsumen Indonesia untuk membeli aplikasi dengan metode potong pulsa lebih besar ketimbang harus memakai kartu kredit.

Dalam menjual aplikasi atau konten berbayar, Nokia menerapkan sistem bagi hasil. Pengembang akan mendapat persentase 70 persen dari hasil penjualan, sementara 30 persennya masuk ke kantong Nokia.

Pengembang dari Indonesia menilai Nokia sangat mendukung ekosistem aplikasi di Indonesia, seperti membantu promosi dengan memajang aplikasi buatan Indonesia di tempat strategis yang mudah dilihat di Nokia Store. Langkah ini dapat meningkatkan trafik unduhan aplikasi asal Indonesia.

Adib Toriq dari perusahaan pengembang aplikasi AlgoStudio yang membuat aplikasi Blasnote, mengaku akan memaksimalkan aplikasinya untuk Nokia X. “Sejak saya merilis Blasnote untuk Android, saya sudah menyiapkan aplikasi itu untuk Nokia X,” ujarnya.

Adib berpendapat, memaksimalkan sebuah aplikasi atau game dari Android ke Nokia X sangat mudah, tidak membutuhkan upaya besar.

Hilangkan layanan Google, pakai layanan Nokia

Upaya yang diperlukan pengembang untuk memaksimalkan aplikasi di Nokia X, adalah menghilangkan layanan Google yang terintegrasi dengan aplikasi tersebut lalu diganti dengan layanan milik Nokia.

Abdullah memberi contoh, jika ada aplikasi Android yang pakai sistem Google Maps untuk pemetaan, sistem tersebut harus diganti dengan Nokia Here. Karena, sistem Nokia X tidak mendukung layanan Google.

Pendiri dan CEO perusahaan pengembang aplikasi DyCode, Andri Yadi menjelaskan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan pengembang aplikasi saat ingin melakukan porting aplikasi Android ke Nokia X. Tiga hal itu itu adalah, sistem pemetaan, sistem notifikasi, dan sistem pembelian konten dalam aplikasi (in-app-puchase). 

Sistem Google Maps diganti dengan Nokia Here, Sistem notifikasi Google Cloud Messaging diganti dengan Nokia Push Notification, serta sistem in-app-purchase Google Play Store yang juga harus diganti dengan sistem in-app-purchase Nokia Store bagi pengembang yang menjual aplikasi atau konten berbayar.

“Nokia sudah menyediakan padanan semua sistem Google yang tidak support di Nokia X. Kalau tetap memaksakan pakai layanan Google, bisa jadi aplikasi tersebut tidak jalan ataucrash. Karena, protokol komunikasinya berbeda,” terang Andri saat ditemui KompasTekno, Senin (24/2/2014).

Para pengembang percaya Nokia X akan meraih sukses di Indonesia, karena nama besar Nokia yang terkenal selalu menyematkan komponen hardware yang baik untuk perangkatnya. Andri berpendapat, ponsel Nokia memiliki fisik yang kokoh.

Harga juga menjadi faktor utama daya tarik Nokia X, yang besar kemungkinan dijual seharga Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Namun, belum diketahui kapan Nokia X akan masuk ke pasar Indonesia.

Bersama dengan kehadiran smartphone Android Nokia X, Nokia Indonesia mengadakan acara DVLUP "Porting" Day. Kegiatan ini bertujuan mengajak para pengembang aplikasi mengkonversi (porting) aplikasi Android untuk disalurkan melalui toko Nokia Store.

Event yang bisa diikuti oleh pengembang anggota program Developer Level Up (DVLUP) Nokia ini akan diselenggarakan di sejumlah kota di Indonesia, yaitu Bandung, Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Depok, mulai tanggal 26 Februari hingga 8 Maret 2014.

Sumber : Tekno Kompas

Ini Tujuan Microsoft Biarkan Nokia Pakai Android

Sejak awal desas-desus kemunculannya, Nokia X sudah mengundang berbagai kontroversi. Betapa tidak, Nokia yang selama ini dikenal sebagai partner loyal Microsoft, sekarang malah beralih ke platform yang menjadi saingan berat raksasa softwareitu, Android.

Apa alasan sebenarnya di balik peluncuran Nokia X, mengapa Microsoft mengizinkan Nokia mengusung sistem operasi pesaingnya tersebut?

Kehadiran Nokia X boleh jadi merupakan bagian dari strategi "mengalah untuk menang" dari Microsoft, sang pemilik baru Nokia yang "meloloskan" perangkat tersebut. 

Alih-alih menjauhkan pengguna dari Microsoft, Nokia X justru diharapkan bakal menjadi gerbang yang menggiring para pengguna Android ke pangkuan Microsoft. 

Caranya adalah dengan menyingkirkan layanan-layanan ala Android -misalnya Google Play, Gmail dan Maps- dari ponsel tersebut dan menggantinya dengan layanan sejenis dari Microsoft/ Nokia, seperti Here Maps, Outlook, dan OneDrive.

"Kami akan memanfaatkan ekosistem aplikasi dan hardware Android, tetapi kami menambahkan diferensiasi dengan layanan dan user experience milik sendiri," ujar CEO Nokia Stephen Elop, sebagaimana dikutip oleh ZDNet. Dia sendiri mengakui niatnya menjaring pengguna Android ke ekosistem Microsoft dengan menebar aneka layanan tersebut.

"Nokia X membawa pengguna ke jaringan cloud Microsoft, bukan Google. Hal tersebut dilakukan secara sangat sengaja… dengan ini Microsoft berharap bisa merengkuh orang-orang yang sebelumnya berada di luar jangkauan," imbuh Elop.

Dia menambahkan bahwa keluarga Nokia X bakal berperan sebagai "feeder" untuk keluarga smartphone Lumia dan Nokia dan "gerbang" menuju produk-produk Windows Phone dari Nokia.

Kendati mengusung Android, segala sesuatu di dalam Nokia X memang "berbau" Windows Phone. Antarmuka seri ponsel ini, misalnya, didesain agar mirip dengan tampilan live tilesala Windows Phone, lengkap dengan kemampuan mengatur ukuran masing-masing tile.

Nokia X tetap bisa menjalankan aplikasi-aplikasi yang diperoleh dari toko di luar Google Play Store, seperti Yandex, atau dengan melakukan sideload melalui kartu memori micro-SD. Pengembang juga bisa mem-porting aplikasinya untuk dipasarkan melalui toko aplikasi Nokia Store yang terpasang di Nokia X.

X, X+, dan XL

Keluarga Nokia X terdiri dari tiga ponsel, yaitu Nokia X, Nokia X+, dan Nokia XL. Triosmartphone Android ini diperkenalkan berbarengan dalam sebuah acara di Mobile World Congress 2014 di Barcelona, Spanyol, Senin (24/2/2014).

Nokia X dan X+ sama-sama mengusung ukuran layar 4 inci (IPS) dengan kamera 3 megapixel, tetapi Nokia X+ mengusung RAM lebih besar, yaitu 768 MB dan tambahan bonus micro-SD 4 GB. 

Adapun Nokia XL memiliki layar berukuran lebih besar, yaitu 5 inci, RAM 768 MB, dan menyertakan kamera depan dengan resolusi 2 megapixel. 

Nokia X dibanderol seharga 89 Euro atau sekitar Rp 1,5 juta dan sudah tersedia mulai saat ini. Sementara, Nokia X+ dan XL yang harganya masing-masing dipatok di angka 99 Euro atau Rp 1,6 juta dan 109 Euro atau Rp 1,8 juta akan menyusul tersedia di kuartal kedua 2014.

"Perangkat-perangkat ini akan tersedia secara meluas, dimulai di negara-negara berkembang," kata Elop. negara-megara dimaksud meliputi wilayah Asia-Pasifik, Eropa, India, Amerika Latin, TImur Tengah, dan Afrika.

Meski telah memiliki Nokia X, Elop mengatakan bahwa strategi smartphone pihaknya tetap berfokus pada seri smartphone Lumia. Dia melanjutkan bahwa inovasi-inovasi baru dari perusahaan ini bakal diterapkan di smartphone Lumia terlebih dahulu sebelum diturunkan ke seri lainnya.

Sumber : Tekno Kompas

Ini Dia Harga Android Nokia X


Nokia secara resmi memperkenalkan tiga ponsel Android miliknya yang bernama Nokia X, Nokia X+, dan Nokia XL. Ketiga perangkat ini diumumkan berbarengan di Barcelona, Spanyol, Senin (24/2/2014) waktu setempat.

Rencananya, trio Android dari Nokia itu akan mulai tersedia dalam beberapa minggu ke depan. Harganya? Nokia X bakal dibanderol seharga 89 euro atau sekitar Rp 1,5 juta, sementara Nokia X+ dan XL masing-masing dihargai 99 euro atau sekitar Rp 1,6 juta, dan 109 euro atau sekitar Rp 1,8 juta.

Itu adalah harga yang diumumkan Nokia dalam ajang Mobile World Congress 2014. Belum diketahui, berapa harga perangkat itu saat hadir secara resmi di Indonesia.

Sesuai dengan kabar yang beredar sebelumnya, lini produk Nokia X mengusung sistem operasi Android, yang dibalut dengan tampilan mirip Windows Phone. 

Bukan cuma tampilannya yang berbeda. Dari segi layanan yang tersedia, trio Nokia X ini pun tak dibekali dengan layanan-layanan ala Android dari Google, semisal Google Play Store.

Sebagai gantinya, Nokia menyediakan Nokia App Store miliknya, yang mengusung sejumlah judul aplikasi terkenal, seperti Swiftkey dan BBM. Meski demikian, Nokia X, X+, dan XL tetap bisa menjalankan aplikasi-aplikasi Android.

"Dengan Nokia X, kami memperoleh keuntungan dari ekosistem aplikasi Android. Kami juga telah membangun fondasi dengan perangkat ini, untuk mengenalkan lebih banyak pengguna ke layanan dan aplikasi Nokia. Pengembang Android juga bisa membawa aplikasi mereka ke Nokia dalam beberapa jam," ujar mantan CEO Nokia, Stephen Elop, sebagaimana dikutip oleh The Inquirer.

Elop menambahkan bahwa Nokia X tersambung ke jaringan cloud milik Microsoft, bukan Google. "Ini berarti bahwa Microsoft bisa merengkuh orang-orang yang sebelumnya berada di luar jangkauan."

Sumber : Tekno Kompas

Spesifikasi Lengkap Android Nokia X, X Plus, dan XL


Nokia akhirnya membuka tabir ponsel besutannya yang menggunakan sistem operasi Android. Tak tanggung-tanggung, Nokia memperkenalkan tiga varian ponsel Android sekaligus, yaitu Nokia X, X+, dan XL.

Pengumuman yang telah ditunggu-tunggu ini digelar pada Senin (24/2/2014), dalam ajang Mobile World Congress (MWC) yang digelar di Barcelona, Spanyol.

Perangkat yang sebelumnya memiliki kode nama "Normandy" ini menjalankan sistem operasi Android AOSP (Android Open Source Project) dengan antarmuka yang terlihat mirip "Modern UI" ala Windows Phone.

Nokia seri X akan dibanderol dengan harga yang sangat murah, mulai Rp 1,5 juta. Dengan harga ini, seperti apa spesifikasinya? Apakah akan seperti ponsel Android low-end pada umumnya?

Simak spesifikasi lengkap Nokia yang dikutip dari situs resmi Nokia.

Nokia X dan Nokia X+
- Prosesor: Qualcomm Snapdragon S4 Dual Core 1 GHz
- Memori: RAM 512 MB, 768 MB (Nokia X+)
- Kapasitas simpan data: 4 GB, dapat ditingkatkan dengan MicroSD hingga 32 GB
- Layar: IPS LCD 4 inci WVGA (800 x 400), 233 ppi
- Konektivitas: dual SIM (MicroSIM), Micro-USB, USB 2.0, Bluetooth 3.0, WiFi 802.11 b/g/n
- Sensor: ambient light sensor, accelerometer, proximity sensor
- Jaringan: WCDMA: 900 MHz, 2100 MHz; GSM: 850 MHz, 900 MHz, 1900 MHz
- Kamera utama: 3 MP, f/2.8, no flash
- Kamera depan: tidak tersedia
- Dimensi fisik: 115,5 x 63 x 10,4 mm
- Bobot: 128,7 gram
- Baterai: 1.500 mAh (baterai bisa dilepas)
- Sistem operasi: platform Nokia X (Android AOSP)
- Warna: hitam, biru, hijau, merah, putih, dan kuning

Nokia XL
- Prosesor: Qualcomm Snapdragon S4 Dual Core 1 GHz
- Memori: RAM 768 MB
- Kapasitas simpan data: 4 GB, dapat ditingkatkan dengan MicroSD hingga 32 GB
- Layar: IPS LCD 5 inci WVGA (800 x 400), 187 ppi
- Konektivitas: dual SIM (MicroSIM), Micro-USB, USB 2.0, GPS, Bluetooth 3.0, WiFi 802.11 b/g/n
- Jaringan: WCDMA: 900 MHz, 2100 MHz; GSM: 850 MHz, 900 MHz, 1900 MHz
- Sensor: ambient light sensor, accelerometer, proximity sensor
- Kamera utama: 5 MP dengan flash
- Kamera depan: 2 MP
- Dimensi fisik: 141,3 x 77,7 x 10,8 mm
- Bobot: 190 gram
- Baterai: 2.000 mAh (baterai bisa dilepas)
- Sistem operasi: platform Nokia X (Android AOSP)
- Warna: hitam, biru, hijau, merah, putih, dan kuning

Sumber : Tekno Kompas